Sabtu, 21 Juli 2018

Industri Susu Kedelai

           Pada tanggal 20 Juli 2018 tepatnya pada hari Jumat sore sebanyak 6 orang dari kelompok KKN Tematik 04 UTM tim 2 melakukan observasi mengenai usaha susu kedelai yang ada di desa Pesanggrahan tepatnya kampung Songai Topoh. Lokasi ini cukup mudah dicari karena berada di lokasi pondok pesantren Miftahud Tholibin. Usaha ini sudah berjalan kurang lebih selama 2 tahun sejak tahun 2016 bermula dari suami ibu Masidah sang pemilik usaha ini diberitahu resep pembuatan susu kedelai dari seorang teman yang sudah lama berkecimpung diusaha yang sama tapi berada diluar kota. Sebenarnya didaerah Pesanggrahan sendiri ada beberapa usaha yang sama, namun alasan kami mengunjungi usaha susu kedelai ibu Masidah karena pengemasan yang sudah cukup baik.
Pada awal proses pembuatan susu kedelai, ibu Masidah mengaku mengalami banyak kendala seperti takaran kurang pas, susu cepat basi, kualiatas yang kurang baik, dan lain sebagainya. Namun setelah melakukan percobaan terus menerus, akhirnya beliau menemukan resep dan cara penyajian susu kedelai yang sesuai. Susu kedelai ini sendiri dijual di daerah desa Pesanggrahan dengan menitipkan di beberapa toko dengan harga yang sangat terjangkau mulai dari Rp 3.000,00 hingga Rp 4.000,00 per botolnya. Selain menjual dalam bentuk botol, susu kedelai ini juga dijual dalam bentuk plastik seperempat dengan harga Rp 1.000,00 per plastiknya. Ibu Masidah juga pernah menjual susu kedelai di salah satu sekolah di Surabaya, namun karena jarak yang lumayan jauh antara Kwanyar dan Surabaya membuat penjualan ini tidak berjalan lancar, hingga akhirnya Ibu Masidah dan suami memutuskan untuk menerima pesanan dalam bentuk botol saja. Ketika ada pesanan, susu kedelai diantarkan dalam bentuk beku untuk menjaga kualitas susu kedelai.

Setiap harinya ibu Masidah menggunakan 4 kg kedelai jenis America yang digiling menggunakan mesin penggiling khusus dengan mencampur 2 galon air mineral asli, kemudian dipisah antara ampas dengan sari kedelai dan di masak hingga mendidih dengan mencampur gula, vanili, dan daun pandan. Pada proses produksinya, ibu Masidah dan suami dibantu oleh 2 orang pekerja yang baru beberapa hari bekerja disana. Proses pembuatan susu kedelai sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya saja dalam pengerjaannya harus menunggu kedelai direndam selama kurang lebih 4 jam, setelah itu kedelai dipisahakan antara kulit dan bijinya menggunakan tangan, kemudian digiling, dan di rebus hingga mendidih. Susu kedelai dikatakan matang ketika susu kedelai telah mendidih dan ditunggu hingga 15 menit dalam keadaan mendidih. Proses yang paling lama kedua adalah ketika harus menunggu susu kedelai yang telah mendidih menjadi dingin sekitar 4-5 jam diluar lemari es untuk mejaga kualitas susu, baru setelah itu susu dibungkus dan dimasukkan kedalam freezer untuk didistribusikan pada hari itu atau esok harinya.

Penulis : Yusi Pramifta Agung R.
Editor  : Ainur Inas Annisa

0 komentar:

Posting Komentar