Selasa, 07 Agustus 2018

PAMERAN DARING DISEMINASI ONLINE

 PRODUK UNGGULAN DESA


Produk Unggulan Desa
  1. NAKAL (Nugget Ikan Cakalang)
  2. BOCAN (Abon Ikan)
  3. TOJUK (Tahu Lorjuk)
  4. ROTAN (Roti Tulang Ikan)
Deskripsi :
Bahan baku untuk pembuatan produk unggulan desa semuanya dibuat dari ikan, alasannya karena desa pesanggrahan merupakan salah satu desa yang terletak di pesisir. Sebagian besar nelayan yang menangkap ikan, langsung menjual hasil tangkapannya kepasar dengan harga yang standar, sedangkan jika para istri nelayan atau masyarakat mengolah hasil ikan menjadi produk pangan yang sedang digemari masyarakat luas, harga jual produk tersebut dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar.




NAKAL
( Nugget Ikan Pesanggrahan Lezat )

Nakal merupakan makanan olahan yang terbuat dari lorju’, yang merupakan hasil laut dari pesanggrahan dan  sering ditemui dimasyarakat serta memiliki harga jual yang relative rendah sehingga perlu diolah menjadi produk yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggi seperti nugget.

Alat dan Bahan :
  1. 1/4 kg lorjuk
  2. 16 sdm terung terigu
  3. 6 sdm tepung tapioca
  4. 1 sdm tepung maizena
  5. 6 siung bawang merah
  6. 3 siung bawang putih
  7. Gula, garam dan merica secukupnya
  8. Tepung panir secukupnya
  9. 1 buah telur
Cara Pembuatan :
  1. Haluskan ikan, bawang merah, bawang putih, gula, garam dan merica
  2. Campurkan bahan nomer 2 sampai 4, kemuadian di aduk rata
  3. Campurkan air secukupnya, kemudian masukkan adonan ke dalam Loyang
  4. Kukus adonan kurang lebih 5 menit, kemudian potong dadu adonan yang sudah dikukus
  5. Kocok telur untuk dijadikan perekat tepung panir
  6. Masukkan potongan adonan ke dalam telur kemudian gulingkan adonan pada tepung panir, kemudian goring
  7. Nugget siap disajikan
Estimasi biaya :
1. Biaya Modal : 
        Biaya Bahan Baku  = Rp.  34.000
        Biaya Kemasan  = Rp.    5.000
        Jumlah           = Rp.  39.000
2. Produk yang dihasilkan = 200 buah
                                                           = 10 kemasan (@ 20 buah)
3. Harga jual   = Rp. 15.000/ kemasan
        Harga jual keseluruhan = Rp. 150.000
4. Laba    = Rp. 111.000

Pangsa Pasar :
 Produk ini menargetkan pangsa pasar di daerah Madura terutama untuk kalangan masyarakat menengah keatas yang memiliki kesibukan ekstra diluar rumah sehingga dapat menikmati sajian instan yang mudah, enak dan bergizi.

BOCAN
( ABON CAKALANG )

Abon merupakan makanan yang terbuat dari campuran rempah-rempah dan ikan cakalan yang merupakan hasil laut asli dari pesanggrahan serta mempunyai nilai jual yang relatif rendah sehingga perlu adanya pengolahan agar menjadi produk agar bernilai  lebih tinggi, salah satunya dilakukan pengolahan produk berupa abon

Alat dan Bahan :
  1. 6 siung bawang merah
  2. 3 siung bawang Putih
  3. 3 cm lengkuas
  4. 3 buah cabe merah
  5. 1/sdm ketumbar
  6. 1 cm kunyit
  7. 1 sdt lada
  8. 1/ sdt jinten
  9. 2 lembar daun jeruk
  10. Asam jawa sesuai selera
  11. Gula dan garam sesuai selera
  12. 600 gram daging ikan
  13. 100 gram bawang goreng
Langkah – langkah :
  1. Haluskan bahan nomer 1 sampai 11, kemudian masukkan kedalam penggorengan bersama daging ikannya
  2. Masak sampai daging ikan hancur
  3. Masak dengan api kecil sampai daging ikan mengering dan warnanya berubah menjadi coklat tua atau gelap
  4. Matikan api lalu masukkan bawang goreng
  5. Abon siap disajikan
Estimasi Biaya :
  1.         Biaya Modal   :
Biaya Bahan Baku                  = Rp.  38.000
Biaya Kemasan                       = Rp.    8.000
Jumlah                                   = Rp.  46.000
2.      Produk yang dihasilkan          = 800 gram
= 16 kemasan (@ 50 gram)
3.      Harga jual                                = Rp. 8.000/ kemasan
4.      Harga jual keseluruhan            = Rp. 128.000
5.      Laba                                       = Rp. 82.000

Pangsa Pasar :
            Produk ini menargetkan pangsa pasar di daerah Madura dan disemua kalangan baik menengah keatas maupun kebawah. Yang ingin menikmati sajian ikan cakalan dengan bentuk dan rasa yang lebih menarik.

TOJUK
( Tahu Lorju’ )

Tahu lorju’ merupakan produk yang terbuat dari bahan baku tahu dan lorju’  yang merupakan hasil laut desa pesanggrahan yang biasanya memiliki nilai jual yang relatif rendah juga merupakan jenis hasil laut yang musiman sehingga perlu diolah menjadi produk  yang memiliki nilai jual yang tinggi serta dapat dinikmati setiap saat. Tahu lorju’ ini merupakan inovasi produk kelautan berupa produk beku yang umur simpannya relative panjang.

Alat dan Bahan :
  1.  1/4 kg lorjuk
  2. 18 sdm terung terigu
  3. 5 sdm tepung tapioka
  4. 8 siung bawang merah
  5. 4 siung bawang putih
  6. Gula, garam dan merica secukupnya
  7. 5 potong tahu besar
  8. 1 butir telur
Cara Pembuatan :
  1. Memotong tahu masing-masing  menjadi  12 bagian.
  2. Menggoreng tahu pada minyak yang sudah panas hingga matang.
  3. Menghaluskan lorjuk dan bahan nomer 4 sampai 6 hingga menjadi adonan yang halus.
  4. Mencampurkan bahan nomer 2, 3, dan 8 kemudian aduk rata.
  5. Mencampurkan air secukupnya, kemudian aduk rata hingga membentuk adonan yang kalis.
  6. Memasukkan adonan ke dalam tahu secukupnya, lalu kukus selama 10 menit.
Estimasi biaya :
1. Biaya Modal   : 
    Biaya Bahan Baku                = Rp.  24.000
    Biaya Kemasan                     = Rp.    6.000
          Jumlah                                 = Rp.  30.000
      2. Produk yang dihasilkan        = 60 buah
                                                                = 6 kemasan (@ 10 buah)
      3. Harga jual                              = Rp. 10.000/ kemasan
      4. Harga jual keseluruhan          = Rp. 60.000
      5. Laba                                       = Rp. 30.000

Pangsa Pasar :
            Produk ini menargetkan pangsa pasar di daerah Madura terutama untuk kalangan masyarakat menengah keatas yang memiliki kesibukan ekstra diluar rumah sehingga dapat menikmati sajian instan yang mudah, enak dan bergizi.

ROTAN
( Roti Ikan )

Roti ikan merupakan produk yang  terbuat  dari bahan roti dengan tambahan tulang ikan yang biasanya tidak memiliki nilai jual dan langsung dibuang sehingga perlu adanya pemanfaatan agar menjadi produk yang memiliki nilai jual dan bergizi.

Alat dan Bahan :
  1. 50 gram tulang ikan halus
  2. 225 g tepung tapioca
  3. 175 g mentega
  4. 125 g gula halus
  5. 20 g coklat bubuk
  6. 1 butir kuning telur
  7. 1 sdm susu bubuk
  8. 100 g coklat batang
Cara Pembuatan :
  1.  Memasukkan dan mencampur bahan nomor 4 sampai 8, diaduk hingga rata
  2. Menambahkan bahan nomor 1 sampai 3 hingga rata
  3. Mendiamkan adonan selama 30 menit hingga mengembang
  4. Mencetak adonan sesuai selera dan memasukkannya pada loyang
  5. Memasukkan Loyang kedalam oven
  6. Mengoven selama 20 menit
  7. Roti ikan siap disajikan
Estimasi biaya :
1. Biaya Modal   : 
    Biaya Bahan Baku                = Rp.  42.000
    Biaya Kemasan                     = Rp.  10.000
    Jumlah                                  = Rp.  52.000
2. Produk yang dihasilkan          = 750 gram
                                                             = 5 kemasan (@ 150 gram)
3. Harga jual                               = Rp. 35.000/ kemasan
4. Harga jual keseluruhan           = Rp. 175.000
5. Laba                                       = Rp. 123.000

Pangsa Pasar :
            Produk ini menargetkan pangsa pasar di daerah Madura semua kalangan baik yang menengah keatas maupun menengah kebawah yang menyukai cemilan ringan yang bergizi.



Selasa, 24 Juli 2018

Kegotong-royongan Masyarakat Desa Pesanggrahan



Selasa, 07 Juli 2018 Tim KKN 04 Tematik Universitas Trunojoyo Madura tahun 2018 bergegas ke sebuah dusun di Pesanggrahan, Dusun Perompong, kira-kira pukul 06.30 WIB, Tim bergegas menggunakan peralatan kerja bakti lengkap dan dengan semangat yg membara, heheh. Karena pada malam harinya kami diminta oleh salah satu perangkat desa pesanggerahan untuk berkenan membantu warga sekaligus bergotong-royong mengenal kearifan lokal Desa Pesanggrahan tempat kami Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini.
Pada pagi itu kami mulai dengan membersihkan belukar dan rumput liar di sekitar lokasi kerja bakti. Rencananya warga dusun Perompong ingin membuat sebuah bendungan air sederhana, dan membuat saluran air kecil yang berfungsi untuk mengalirkan air tawar dari desa ke arah selatan, yakni ke arah tambak garam. Pasalnya setiap kali air laut meluap ada yg mengalir ke pemukiman warga akibatnya air di pemukiman warga perompong menjadi asin terkontaminasi dengan air laut tersebut, demikian lah yg kami dapat setelah bertanya kepada salah seorang warga yang ikut bergotong-royong.


Kami diterima dengan baik oleh warga sekitar. Bahkan warga sangat berterima kasih karena kami berkenan turut serta membantu kegiatan tersebut, meskipun tidak bisa membantu secara menyeluruh, inilah salah satu kelebihan warga desa yang dapat dijumpai hingga saat ini.
Hal hal yang dapat kami temui adalah terdapat adat yang sangat bagus, yakni ketika ada yang lewat di jalan walaupun meraka berpangkat ataupun lebih tua secara umur, mereka akan tetep turun dari kendaraannya untuk memberi hormat (meminta ijin lewat) kepada orang yang duduk-duduk di sepanjang jalan.



Penulis : Suhardi
Editor  : Ainur Inas Annisa

Senin, 23 Juli 2018

Bimbingan Belajar Sebagai Sarana Pendidikan Tambahan dan Pengembangan Kemampuan


           Bimbingan belajar atau yang biasa disebut les merupakan suatu sarana untuk membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah atau madrasah dan belajar secara mandiri. Keberadaan lembaga bimbingan belajar menjadi pelengkap bagi sekolah. Lembaga bimbingan belajar tidak mengganggu eksistensi sekolah karena dilakukan diluar jam pelajaran sekolah. Biasanya, les dilakukan siang hari setelah pulang sekolah maupun malam hari.
            Menurut salah satu anak desa Pesanggrahan yang bernama Rama, ia mengatakan bahwa terdapat beberapa tempat les yang berada di desa Pesanggrahan dan ada les yang diikutinya, yaitu les bahasa Inggris dan Matematika yang diadakan hari Jumat malam dan Sabtu malam pada jam 19.00 sampai dengan 21.00. Menurutnya, bimbingan belajar tidak mengganggu waktu bermainnya dan justru menjadikan dia lebih memahami pelajaran yang ada di sekolah.

            Tim KKN 04 yang berada di desa Pesanggrahan ini juga membuka les untuk anak-anak sekitar posko selama masa pengabdian. Banyak anak yang datang untuk mengerjakan PR baik sore maupun malam hari sesuai waktu yang mereka bisa. Menurut salah satu wali murid yang pernah mendatangi posko KKN 04, beliau merasa sangat terbantu atas keberadaan mahasiswa KKN karena telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing anaknya dalam belajar dan mengerjakan PR karena meminimalisir anaknya melakukan hal yang kurang bermanfaat.
            Selain melakukan pembelajaran, anak-anak juga diajak untuk bercerita dan membagikan pengalaman dan keinginannya di masa depan. Banyak anak-anak yang mengutarakan keinginan dan cita-citanya seperti ingin menjadi dokter, polisi, TNI, guru, dan sebagainya. Tetapi, ada juga anak yang merasa belum mempunyai cita-cita karena dia merasa takut terbawa pergaulan lingkungan sekitar yang saat ini semakin mengkhawatirkan.
             Bimbingan belajar seharusnya menjadi hal yang tidak dipaksakan oleh orang tua serta tidak menjadikan beban bagi anak-anak dan tidak menghilangkan waktu bermain mereka mengingat anak-anak mudah stres dan mudah bosan. Penyelenggara bimbingan belajar sebaiknya mengemas pembelajaran semenarik mungkin dan menyenangkan.

Penulis : Siti Lutfiah dan Nurussobah

Editor  : Ainur Inas Annisa

Minggu, 22 Juli 2018

Meningkatkan Keterampilan Mendesain melalui Pelatihan Desain Produk bersama Karang Taruna Desa Pesanggrahan


Anggota Karang Taruna Desa Pesanggrahan yang berjumlah sekitar 14 orang telah mengikuti Pelatihan Desain Produk yang diadakan pada  tanggal 22 Juli 2018 di Balai Desa Pesanggrahan. Pelatihan tersebut diadakan oleh kelompok 4 KKN UTM 2018 dan di pimpin langsung oleh Ainur Inas Annisa selaku penanggung jawab program dengan dibantu oleh 4 anggota lainnya sebagai pendamping. Pelatihan Desain Produk dilakukan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada peserta yang merupakan pemuda desa setempat akan pentingnya keterampilan (skill) mendesain sekaligus mengajarkan cara menggunakan aplikasi desain yang sudah ada.
Pelatihan berlangsung selama kurang lebih 2 jam, dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB. Diawali dengan pembukaan oleh MC dan sambutan dari berbagai pihak termasuk salah satunya oleh Sekretaris Desa. Dalam sambutannya, Bapak Moh.Badrus Rizal selaku Sekretaris Desa mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan diadakannya Pelatihan Desain Produk oleh teman-teman KKN 04 UTM dan juga menghimbau kepada para anggota Karang Taruna sebagai peserta untuk dapat menyimak materi yang diberikan, karena sekecil apapun itu akan sangat bermanfaat kedepannya.
Sementara itu, dalam teknis pelaksanaannya peserta terlebih dahulu menyimak pemaparan oleh pemateri melalui slide powerpoint yang sudah dipersiapkan, kemudian peserta diberikan kesempatan untuk mencoba mempraktekkannya sendiri dengan berbekal modul yang sudah diberikan sebelumnya. Adapun aplikasi desain yang digunakan dalam pelatihan Desain produk adalah Aplikasi CorelDraw keluaran tahun 2017.



Para peserta menyambut baik adanya pelatihan desain produk yang diadakan oleh Kelompok KKN 4 UTM 2018. Selama pelatihan berlangsung, peserta nampak sangat antusias dan aktif bertanya. Rupaya, belajar mendesain merupakan sebuah pengalaman baru bagi anggota Karang Taruna disana. “Sebelum adanya pelatihan ini, saya hanya mengetahui tentang cara menggunakan aplikasi Ms. Word yang memang lebih banyak digunakan. Namun setelah mengikuti pelatihan ini, saya akhirnya mengetahui manfaat dari keterampilan mendesain dan juga mengetahui sedikit cara mendesain. Saya berkeinginan untuk mempelajari aplikasi desain secara lebih mendalam setelah ini,” Ungkap Ardi, salah satu peserta pelatihan pada malam itu.
Acara pelatihan desain produk diakhiri dengan foto bersama oleh team KKN 04 UTM 2018, para peserta, serta Bapak Badrus Rizal dan Bapak Saiful yang mewakili perangkat/pemerintah Desa Pesanggrahan.

Penulis : Kiki Andriyani
Editor  : Ainur Inas Annisa


Sabtu, 21 Juli 2018

Industri Susu Kedelai

           Pada tanggal 20 Juli 2018 tepatnya pada hari Jumat sore sebanyak 6 orang dari kelompok KKN Tematik 04 UTM tim 2 melakukan observasi mengenai usaha susu kedelai yang ada di desa Pesanggrahan tepatnya kampung Songai Topoh. Lokasi ini cukup mudah dicari karena berada di lokasi pondok pesantren Miftahud Tholibin. Usaha ini sudah berjalan kurang lebih selama 2 tahun sejak tahun 2016 bermula dari suami ibu Masidah sang pemilik usaha ini diberitahu resep pembuatan susu kedelai dari seorang teman yang sudah lama berkecimpung diusaha yang sama tapi berada diluar kota. Sebenarnya didaerah Pesanggrahan sendiri ada beberapa usaha yang sama, namun alasan kami mengunjungi usaha susu kedelai ibu Masidah karena pengemasan yang sudah cukup baik.
Pada awal proses pembuatan susu kedelai, ibu Masidah mengaku mengalami banyak kendala seperti takaran kurang pas, susu cepat basi, kualiatas yang kurang baik, dan lain sebagainya. Namun setelah melakukan percobaan terus menerus, akhirnya beliau menemukan resep dan cara penyajian susu kedelai yang sesuai. Susu kedelai ini sendiri dijual di daerah desa Pesanggrahan dengan menitipkan di beberapa toko dengan harga yang sangat terjangkau mulai dari Rp 3.000,00 hingga Rp 4.000,00 per botolnya. Selain menjual dalam bentuk botol, susu kedelai ini juga dijual dalam bentuk plastik seperempat dengan harga Rp 1.000,00 per plastiknya. Ibu Masidah juga pernah menjual susu kedelai di salah satu sekolah di Surabaya, namun karena jarak yang lumayan jauh antara Kwanyar dan Surabaya membuat penjualan ini tidak berjalan lancar, hingga akhirnya Ibu Masidah dan suami memutuskan untuk menerima pesanan dalam bentuk botol saja. Ketika ada pesanan, susu kedelai diantarkan dalam bentuk beku untuk menjaga kualitas susu kedelai.

Setiap harinya ibu Masidah menggunakan 4 kg kedelai jenis America yang digiling menggunakan mesin penggiling khusus dengan mencampur 2 galon air mineral asli, kemudian dipisah antara ampas dengan sari kedelai dan di masak hingga mendidih dengan mencampur gula, vanili, dan daun pandan. Pada proses produksinya, ibu Masidah dan suami dibantu oleh 2 orang pekerja yang baru beberapa hari bekerja disana. Proses pembuatan susu kedelai sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya saja dalam pengerjaannya harus menunggu kedelai direndam selama kurang lebih 4 jam, setelah itu kedelai dipisahakan antara kulit dan bijinya menggunakan tangan, kemudian digiling, dan di rebus hingga mendidih. Susu kedelai dikatakan matang ketika susu kedelai telah mendidih dan ditunggu hingga 15 menit dalam keadaan mendidih. Proses yang paling lama kedua adalah ketika harus menunggu susu kedelai yang telah mendidih menjadi dingin sekitar 4-5 jam diluar lemari es untuk mejaga kualitas susu, baru setelah itu susu dibungkus dan dimasukkan kedalam freezer untuk didistribusikan pada hari itu atau esok harinya.

Penulis : Yusi Pramifta Agung R.
Editor  : Ainur Inas Annisa

Upaya Mengurangi Jumlah Sampah Di Pesisir Desa Pesanggrahan



Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki luas lautan lebih banyak daripada luas daratannya. Sebagai negara maritim Indonesia memiliki wilayah pesisir yang sangat panjang sehingga sebagian besar masyarakat pesisir berprofesi sebagai nelayan dan sebagian wilayah pesisir tersebut dimanfaatkan juga sebagai tempat wisata yang tentunya juga bermanfaat untuk menunjang perekonomian masyarakat sekitar. Tetapi potensi laut di Indonesia tidak benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat di Indonesia. Dari segi perikanan, potensi besar laut Indonesia sering di curi oleh negara tetangga yang menyusup dan mengambil hasil laut di Indonesia sehingga sangat merugikan negara hingga milyaran rupiah, apalagi untuk saat ini sampah-sampah yang berserakan di laut juga dapat mempengaruhi hasil tangkapan nelayan tradisional. Sedangkan dari segi wisata, atau sebagian pantainya sudah tercemar oleh sampah yang disebabkan oleh masyarakat ataupun wisatawan itu sendiri.
Sampah memang menjadi masalah yang besar bagi masyarakat Indonesia karena kurangnya kesadaran masyarakat akan dampak yang ditimbulkan apabila membuang sampah di laut. Seperti yang kita ketahui, Bali merupakan pulau yang terkenal dengan wisata pantainya, tatapi saat ini sebagian pantai di Bali sudah mulai rusak dengan adanya sampah, hal tersebut tentunya sangat merugikan masyarakat itu sendiri karena akan mulai jarang di kunjungi wisatawan.


Permasalahan sampah tersebut juga terjadi di desa Pesanggrahan kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan Jawa Timur. Sampah yang berada di pesisir Desa ini sudah sangat banyak karena kesadaran warganya yang rendah dan sudah menganggap bahwa laut adalah tempat sampah. Apabila hal ini terjadi terus menerus akan dapat menyebabkan potensi laut yang ada di Desa ini terancam. Dari alasan tersebutlah kami dari kelompok KKN 04 UTM 2018 mengadakan kegiatan cinta lingkungan, dimana kegiatan tersebut merupakan bersih-bersih sebagian kecil pantai agar dapat mengurangi sampah yang berserakan di pantai desa Pesanggrahan ini. Kegiatan ini kami lakukan dari mulai pukul 07.00-11.00 pada hari Minggu, 22 Juli 2018.

Setelah pantai dibersihkan, terlihat anak-anak yang tinggal di sekitar daerah tersebut terlihat senang dan menggunakan tempat yang sebelumnya penuh sampah tersebut sebagai tempat bermain yang menyenangkan. Meskipun kegiatan yang kami lakukan belum berpengaruh besar atau dapat bermanfaat secara langsung bagi masyarakat sekitar tetapi setidaknya dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat sekitar pantai tersebut dapat sadar bahwa laut bukan tempat sampah.

Penulis : Nofita Sari dan Ahmad Rudianto
Editor  : Ainur Inas Annisa

MINIMNYA TENAGA PENGAJAR: Kendala Utama TK NU Nurun Nawawi di Desa Pesanggrahan



TK merupakan sekolah untuk anak-anak  berusia 4-6 tahun dalam bentuk pendidikan formal. Pendidikan taman kanak-kanak sendiri merupakan pendidikan yang memiliki peran yang sangat penting untuk pengembangan kepribadian anak serta untuk mempersiapkan mereka untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Di taman kanak-kanak ini, anak-anak diberikan rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan. Tujuan utama TK adalah untuk mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan, sikap, perilaku, dengan cara yang menyenangkan. TK sebagai taman bermain yang indah, nyaman dan gembira bagi anak untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya.
Di kabupaten Bangkalan sendiri, sudah terdapat banyak taman kanak-kanak di setiap kecamatan maupun desa, tidak terkecuali dengan desa Pesanggrahan. Di desa yang memiliki tujuh dusun ini, sudah memiliki beberapa TK yang tersebar di beberapa dusunnya, salah satunya terdapat TK yang berada di dusun Prompong yang bernama TK NU Nurun Nawawi. Di TK ini, terdapat 21 murid dimana dibagi menjadi nol kecil (A) yang berjumlah 9 murid, nol besar (B) yang berjumlah 12 murid, dan 1 guru yang bernama Ibu Ni’mah. Kurangnya tenaga pengajar di TK NU Nurun Nawawi ini menjadi Kendal yang paling utama dalam proses belajar mengajar. Hal ini disebabkan oleh 2 tenaga pengajar sebelumnya telah mengundurkan diri dan hingga saat ini pihak yayasan TK NU Nurun Nawawi masih mencari tenaga pengajar baru.
Menurut Ibu Emy selaku ketua yayasan TK NU Nurun Nawawi, lamanya proses pencarian tenaga pengajar baru ini dikarenakan sedikitnya guru yang berminat untuk mengajar di taman kanak-kanak karena minimnya jaminan kesejahteraan guru TK dan sulitnya mengatur anak-anak dalam proses belajar mengajar. Untuk saat ini, pihak yayasan sangat merasa terbantu dengan adanya mahasiswa-mahasiswi KKN yang berada di desa Pesanggrahan karena telah meluangkan waktunya untuk bersedia mengajar dan membagikan ilmunya untuk anak-anak selama masa pengabdian KKN berlangsung.
TK NU Nurun Nawawi dibangun diatas tanah milik warga yang dulunya dibangun secara gotong royong untuk ditempati Pondok Pesantren. Namun karena beberapa alasan, bangunan tersebut tidak ditempati dan pada tahun 2009 digunakan menjadi tempat sekolah taman kanak-kanak karena belum terdapat TK di sekitar dusun tersebut. Karena semakin banyaknya minat wali murid untuk memberikan pendidikan TK untuk anak-anaknya, maka semakin banyak jumlah murid yang ada di TK NU Nurun Nawawi. Menurut Ibu Ni’mah, karena alasan tersebut pihak yayasan ingin mendirikan bangunan baru yang akan menjadi sekolah baru bagi anak-anak TK tersebut agar lebih memadai mengingat fasilitas di TK tersebut yang masih minim.

Kemajuan akademis seharusnya diimbangi dengan fasilitas yang lebih memadai dan tidak menjadi satu-satunya tujuan pendidikan proses pengembangan pengetahuan pola pikir dan pertumbuhan anaklah yang paling penting. Sebuah pendidikan yang diberikan oleh seorang guru dengan kasih sayang akan membentuk karakter anak yang positif. “Bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi anak sebelum menginjak sekolah dasar”.

Penulis : Monica Aprillia
Editor  : Ainur Inas Annisa